Panduan dan Tips Praktis Edukasi Dunia Anak agar lebih imajinatif, cerdas dan kreatif bersama Mind Mapping, Glenn Doman, Multiple Intellegence, Brain Games, Memory, Dongeng, Cerita, Puisi, Gambar, Kartun Lucu, dan lainnya.

Kumpulan Game Kreatif, Brain Games, Brain Test

Minggu

Mengamati Modalitas Gaya Belajar Anak

Salam cerdas kreatif,

Jika anda mempunyai 2 orang atau lebih buah hati, cobalah amati buah hati anda saat sedang belajar?, mungkin anak sulung bisa duduk diam dan anak bungsu ada tak pernah berhenti bergerak; dan coba amati juga anak-anak lain, ada anak yang suka mendengarkan cerita tapi ada juga yang lebih suka membaca buku atau melihat-lihat gambar.

Bagi orang tua, mengamati gaya anak-anak dalam beraktivitas tidaklah sulit. Namun tahukah kita bahwa gaya setiap anak dalam beraktivitas adalah modalitas dari gaya belajar mereka.

Oleh karena itu, jika kita sudah bisa mendeteksi kecenderungan mereka dalam beraktivitas, hal itu akan sangat membantu kita dalam memilih model belajar paling tepat bagi mereka.

Kita mengenal modalitas gaya belajar setiap orang menjadi 5 bagian :

Namun secara umum, kecenderungan modalitas gaya belajar yang dimiliki seseorang ada 3, yaitu :

Mereka yang bermodalitas gaya belajar VISUAL
  • Sangat peka dengan gambar dan sesuatu yang menarik indera penglihatan lainnya.
  • Oleh karena itu, anak-anak bertipe visual akan sangat terbantu belajarnya jika kita banyak mempergunakan gambar atau video.

Adapun mereka yang bermodalitas AUDITORI
  • Sangat tertarik dengan stimulasi yang memancing indra pendengaran: mungkin lagu atau musik/irama. Suara mereka biasanya nyaring dan senang berceloteh.
  • Oleh karena itu, sangat baik bagi anak-anak auditori untuk memperoleh bantuan berupa kaset berisi lagu atau kata-kata berirama, dongeng, dan alat-alat stimulasi pendengaran lainnya.

Adapun mereka yang bermodalitas gaya belajar KINESTETIK
  • Sangat suka bergerak, dan cara mereka belajar memang membutuhkan unsur gerak fisik, mereka akan tersiksa jika dipaksa untuk duduk diam saat belajar.
  • Namun, gaya belajar yang satu ini memang masih sulit diterima di sekolah formal yang pasti klasikal (terdiri atas banyak anak di dalam kelas). Biasanya, guru yang tidak mengerti akan memberikan label "nakal" atau "pengganggu" pada mereka.

Memilih model belajar yang sesuai dengan gaya belajar anak, sangat penting agar proses belajar selalu berlanjut dengan suasana yang menyenangkan dan asyik bagi mereka.

Lalu, bagaimana jika gaya belajar anak-anak kita mungkin saja berbeda dengan gaya belajar orang tuanya? Tentu saja, orang tua harus 'legowo' untuk menerapkan model belajar yang sesuai dengan anak-anak.

Jika pun kita tidak bisa melakukannya sendiri, kita bisa minta bantuan nenek, tante, atau teman dekat yang memang memiliki gaya yang cocok untuk mengajar anak-anak kita.

Untuk kebaikan buah hati kita, nggak ada salahnya, kan?

Semoga bermanfaat ... salam

0 komentar:

Poskan Komentar

Kata Sahabat :