Panduan dan Tips Praktis Edukasi Dunia Anak agar lebih imajinatif, cerdas dan kreatif bersama Mind Mapping, Glenn Doman, Multiple Intellegence, Brain Games, Memory, Dongeng, Cerita, Puisi, Gambar, Kartun Lucu, dan lainnya.

Kumpulan Game Kreatif, Brain Games, Brain Test

Tampilkan postingan dengan label Galeri Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Galeri Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu

Puisi Anak" Yang Berarti Di Hidupku"

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Puisi ini kiriman temanmu:
Winda
Kelas 3, SD Cibabat Mandiri 4
Cimahi-Jawa Barat

Ini puisinya:

Yang Berarti Di Hidupku

Orang tuaku
Kakak adikku
Teman-temanku
Kalian semua adalah hidupku

Keika ku gelap
Kaulah yang memberiku pencerahan
Ketika aku kosong
Kaulah yang memberiku isi

Betapa semua itu berarti
Berarti di sepanjang hidupku
Bagai fosil yang ada di museum
Akan terjaga selamanya

Seperti kalian
Yang selalu ada di hatiku
Janganlah ragu
Aku cinta kalian semua
baca selengkapnya- Puisi Anak" Yang Berarti Di Hidupku"

Selasa

Puisi "Matahariku"

Wahai Matahariku
Kau selalu muncul di pagi hari
Kau selalu ceria menyinari
Kau selalu cerah menerangi
Bagi permata yang terlindungi

Wahai Matahariku
Kau selalu pergi di sore hari
Walau sinarmu tak terlihat lagi
Tapi kau selalu berjanji
untuk muncul kembali di esok pagi


Wahai Matahariku
Kau tak pernah lelah memberi cahaya
Kau selalu tersenyum dengan sinarmu
Hingga aku sayang kepadamu
Karena engkau adalah anugerah bagiku

Terima kasih .. wahai matahariku

------------------------------------
Puisi dari sahabat Dunia Anak Kita:
Noer Chaerunisa Aprilia
Pamulang 2- Tangsel
baca selengkapnya- Puisi "Matahariku"

Jumat

PUISI ANAK

Bicara tentang anak, maka sungguh ia ibarat kanvas putih yang siap dilukisi. Orang tua adalah orang pertama yang akan melukiskan warna warni pada kanvas putih tersebut.

Apa yang kita torehkan, seperti itu pula anak terbentuk. Berikut puisi anak yang bisa dijadikan renungan mendalam bagi orang tua :

Puisi Anak I

Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar ~ Dorothy Law Nolte

Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar menentang

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia belajar rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia belajar jadi penyabar

Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia belajar percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia akan terbiasa berpendirian

Dalam puisi anak tersebut, betapa mendidik anak bukanlah tugas mudah. Orang tua dituntut untuk belajar terus menerus dalam hal ini.

Meski tidak ada satu carapun yang mengantarkan kita menjadi ibu yang sempurna, namun ada sejuta cara untuk menjadikan kita ibu yang baik. Salah satu cara dengan memahami dunia anak, seperti yang tertuang pada puisi berikut:


Puisi Anak II

DI TANGAN ANAK-ANAK ~ Sapardi Djoko Damono

Di tangan anak-anak,
kertas menjelma perahu Sinbad yang tak takluk pada gelombang,
menjelma burung .
yang jeritnya membukakan kelopak-kelopak bunga di hutan;
di mulut anak-anak, kata menjelma Kitab Suci.

Tuan, jangan kauganggu permainanku ini.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.

Begitulah Sapardi memaknai masa anak adala masa bermain. Segalanya menjadi indah, tanpa ingin ada yang mengusiknya. Adapun Gibran, lebih memilih wujud cinta orang tua kepada anaknya, dalam menuliskan puisi anaknya.


Puisi Anak III

Tanya Sang Anak ~ Khalil Gibran

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa aku dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,Karena ibu lebih kuat dari ayah!
Sang anak terdiam dan berkata,Kenapa jadi begitu?

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih kuat dari ayah?
Ayah pun menjawab,Karena ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab,Iya, kau adalah yang terkuat!
Sang anak kembali terdiam dan sesekali mengerut dahinya.

Dan dia pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah aku lebih kuat dari ibu?
Ayah kembali menjawab,Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!
Kenapa ayah, kenapa aku yang terkuat?
Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan.
Karena engkau adalah buah dari cintanya!

Cinta yang dapat membuat semua manusia tertunduk dan terdiam.
Cinta yang dapat membuat semua manusia buta, tuli serta bisu!

Dan kau adalah segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.
Tawamu adalah tawa kami.
Tangismu adalah air mata kami.
Dan cintamu adalah cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,Kau, kau adalah cinta kami sayang..

~ Khalil Gibran

sumber: http://www.anneahira.com/
baca selengkapnya- PUISI ANAK

Rabu

Puisi "Go Green"

GO GREEN!


Langit mendung hujan tak terbendung

Mentari terselubung dibalik awan membumbung

Semua rumah dan harta benda

Hanyut entah kemana

Penebangan pohon yang semena-mena

Banjir melanda di mana-mana

Dan erosi bertambah pula

Itu semua hanyalah sedikit

Dari tumpukan bencana

Ayo sahabat semua

Jagalah alam kita

Lindungi hutan kita

Jangan biarkan

penebangan pohon merajalela

Mari kita tanam

semua yang kita bisa

----------------------

puisi dari :
Sahabat Dunia Anak Kita
Intan - Bogor 16154
baca selengkapnya- Puisi "Go Green"

Puisi "Ulang Tahunku"

Ulang tahunku

Bulan Agustus tanggal satu

Di hari ulang tahunku

Tak ada kue tart buatku

Tak ada kado untukku

Tak ada pesta bagiku

Tapi kudapat pelukan ayahku

Dan kuterima ciuman ibuku

Juga doa dari teman-temanku

Inilah yang menjadi harapanku



Sahabat Dunia Anak,
Aziza
Kelas 5 SD-Vila Dago, Tangerang
baca selengkapnya- Puisi "Ulang Tahunku"

Puisi "Bunda"

Bunda
Saat mentari belum menyapa
Saat mataku belum terbuka
Sendiri engkau terjaga

Bunda
Tiada lelah engkau bekerja
Keluh kesah tiada kudengar
Semua demi keluarga tercinta

Bunda
Tak pernah aku lupa
Segala derita dan usaha
Mengantarku menuju asa
Sukses dalam usaha

Bunda
Kini senja dating menjelang
Beristirahatlah dengan tenang
Biarlah aku yang terjaga
Sebagai balas budiku kepada bunda.


Sahabat Dunia Anak Kita
Ryoki Marfuadi
Kelas 6 SDN Kedung Sari 5 – Magelang 56114
baca selengkapnya- Puisi "Bunda"

Jumat

Puisiku Untuk Hari Anak Nasional 2010



Wahai anakku, anak Indonesia semua ...
Selamat Hari Anak ya ...

Karena hari ini dan hari esok milikmu ...
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh semangat
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh ceria
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh asa
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh cinta
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kasih sayang
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kecerdasan
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kreativitas
  • Semoga hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kebaikan

Aku tak'kan rela jika ...
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kekerasan
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kebohongan
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kemunafikan
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kemarahan
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kejahatan
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kemiskinan
  • Hari ini dan hari esok, ... hari yang penuh kelaparan

Semoga!

indonesia, dua puluh tiga juli dua ribu sepuluh
dari orang tuamu, herry p
baca selengkapnya- Puisiku Untuk Hari Anak Nasional 2010

Sabtu

Gempa

Gempa...
Kau datang tanpa diketahui
Kau hancurkan semua yang kau lalui
Oh gempa...
Mengapa kau begitu kejam?
Meluluh lantakkan semua yang ada
Gempa...
Kau merengut banyak korban jiwa
Membuat banyak orang menitikkan air mata
Oh gempa...
Apa salah kami padamu
Kami harap kau mau memaafkan kami
Gempa...
Kami harap kau mengerti
Kami tidak ingin lagi kau marah
Tapi...
Janganlah kau datang lagi
Agar kami tak menangis lagi


Dari Sahabat Dunia Anak Kita:
Casimiro Rino Kuswanto
SD RK I-II, Padang
baca selengkapnya- Gempa

Senin

Puisi Untuk Ibu Guruku Tercinta


Puisi "Untuk Ibu Guruku Tercinta" ini dibacakan oleh putri kami saat pelepasan anak-anak TK-B bulan Juni 2010.


baca selengkapnya- Puisi Untuk Ibu Guruku Tercinta

Selamatkan Anak-Anak Gaza-Palestine!

Puisi Untuk Anak-anakku Di Gaza

Anakku ... mata kamulah
yang bercerita semua tentang dukamu

Anakku ... bibir kamulah
yang berucap semua tentang nestapamu

Walaupun peluru-peluru menembusmu
Walaupun bom-bom menghancurkan tempat tidurmu
Berkat keberanian kamulah
yang membuat takut Israel

Wahai anak- anakku
Doa-doa tulus kami ... dari seluruh dunia
akan menjaga dan memeliharamu
akan ketegaran, ketabahan dan kekuatanmu

Allahu akbar...
Allahu Akbar...
Allahu akbar...
Percayalah ...
Allah SWT akan selalu menjagamu dan melindungimu
wahai Anak-Anakku di Gaza


Untuk saudara-saudaraku, sahabat-sahabatku,
jika Anda ingin membantu mereka silahkan klik :
http://www.mer-c.org/donasi.html/

Ditulis :
Sahabat Dunia Anak Kita,
Pemerhati Dunia Anak, praktisi Mind Mapping
baca selengkapnya- Selamatkan Anak-Anak Gaza-Palestine!

Minggu

Puisi "Bencana"

Tuhan, marahkah Kau kepada kami

Sungguh deras curah murkaMu

Kau berikan kami 1001 bencana

Bagai ditumpahkan dari langit

Di sini banjir, di sana tsunami

Di situ longsor juga gempa

Mungkin ini memang salah kami

Menebang pohon, membakar hutan

Maafkan kami ya Robbi


Sahabat Dunia Anak Kita :
Adi Id'ham Siregar - Bengkulu
baca selengkapnya- Puisi "Bencana"

Puisi "Langit"

Malam yang indah
Sabit menggantung di langit timur
Ditemani taburan bintang bak
Intan permata
Kilau cemerlangnya
Bermain dengan para mahluk
yang memandang
Sungguh langit malam sangat indah
Semua itu terlalu indah
Jika dilewatkan begitu saja
Karena langit ...
Tidak pernah lupa menyajikan
taburan bintang
Meski satu malam saja

Nurul Fathiyaturrohmiah
Sahabat Dunia Anak Kita
MTs N 4 - Jakarta
baca selengkapnya- Puisi "Langit"

Sabtu

Puisi Untuk Orangtua

Sebuah puisi untuk para orangtua

baca selengkapnya- Puisi Untuk Orangtua

Kamis

Bencana Alam

Dahulu,
Gunung-gunung menjulang tinggi
Hutan terlhat lebat
Subgai-sungai berair bersih dan jernih
Semua ciptaan-Mu Tuhan

Oh, Tuhan
Mengapa semua ini tidak berlangsung lama
Semua berubah menjadi bencana

Oh, Tuhan
Jangan hukum kami seperti ini
Aku terus berdo'a, berdo'a dan berdo'a
Aku terus memohon dan memohon
Kepada-Mu Tuhan

Sahabat Dunia Anak Kita :
Asifa Riska Amalia
Kelas 6 SDN Eretan Wetan I
Jl. KUD Misaya Mina, Kec. Kandanghaur
Kabupaten Indramayu - 45254
baca selengkapnya- Bencana Alam

Rabu

Menulis

.
Dari huruf demi huruf
.... mereka berbaris
Dari kata demi kata
.... meraka berurut
Akhirnya kalimatpun
.... terangkai sudah
Yang kutuliskan
... dalam kertas polosku
baca selengkapnya- Menulis
Kata Sahabat :